Sby menekan tombol

 

 

Peresmian Jembatan Suramadu, Rabu (10/6) yang dipusatkan di Kabupaten Bangkalan, Madura dijadikan forum khusus bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyampaikan pesannya tentang pengembangan wilayah Madura pasca keberadaan jembatan tersebut.

sby memberikan sambutan

Dalam pidatonya SBY mengatakan, tiga pesan khusus tersebut di antaranya kami sampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum untuk menyelesaikan pasca pembangunan Suramadu dengan berbagai kawasan di sekitar Surabaya dan Madura,  terhadap PT Jasa Marga selaku operator tol untuk mamberikan pelayanan jalan tol yang murah, mudah dan baik pada pengguna jalan tol Surabaya Madura, serta kepada Gubernur Jatim SBY juga berpesan dengan pembangunan Jembatan Suramadu ini bisa meningkatkan pembangunan di Jatim.

sby menandatangani seri perangko suramaduTerhadap Gubernur Jatim, SBY meminta secara khusus supaya menyelesaikan berbagai persoalan terkait kapal feri yang mengangkut penumpang dari Ujung-Kamal. Persoalan ini jadi suatu hal yang hingga kini masih diperdebatan terutama Gapasdap dari Gabungan Pengusaha Kapal Feri.

Acara peresmian yang dilakukan di kaki jembatan sisi Pulau Madura, tepatnya di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, juga sebagai penanda peristiwa bersejarah bagi  PT Pos Indonesia. Karena pada kesempatan tersebut juga diterbitkan perangko dan sampul hari pertama bergambar Jembatan Suramadu. Presiden pada kesempatan itu mendantangi perangko seri pertama, usai menekan tombol peresmian jembatan.

Lebih lanjut dalam sambutannya, SBY mengatakan pembangunan Jembatan Suramadu dan proses rangkaian rekontruksi penuh dengan dinamika. “Satu hal yang patut kita catat adalah tekad anak bangsa untuk membangun jembatan yang besar ini sungguh luar biasa. Meskipun kita didera krisis demi krisis, semangat kita tak pernah pudar dan akhirnya dengan ridha Allah SWT dan kerja keras semua pihak disertai dukungan rakyat, karya besar ini dapat dipersembahkan kepada Ibu Pertiwi,” kata SBY di depan ribuan undangan yang hadir.

Presiden berharap dengan selesainya jembatan ini harus ditindaklanjuti mempercepat wilayah sekitarnya, sebagai jembatan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Madura untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi utamanya di Pulau Madura. “Dalam kaitan ini, saya telah membentuk Badan Pengembangan Wilayah Suramadu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden No 2007 Tahun 2008. Keberadaan BPWS kita tujukan untuk mengoptimalkan pengembangan wilayah Surabaya dan sekitarnya dan Madura sebagai pusat pengembangan perekonomian Jawa Timur,” ujar SBY.

Presiden juga minta agar pengembangan wilayah ini harus terkordinasi, terarah dan terpadu. “Libatkan semua pihak, termasuk tokoh-tokoh masyarakat agar percepatan pembangunan kawasan sekitar Suramadu dapat berjalan dengan baik ,” kata SBY.

 

Tarif Tol Suramadu

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam laporannya menyebutkan, pembangunan Jembatan Suramadu menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 5 triliun, bersumber dari APBN, APBD Jatim serta pinjaman lunak pemerintah Cina. Jembatan ini juga dilengkapi jalur khusus untuk roda dua selebar 3 meter. “Apabila Jembatan Suramadu sudah selesai diuji kelayakan, baru diterapkan sistem pembayaran. Untuk kendaraan roda empat Rp 30 ribu dan roda dua Rp. 3 ribu,” ujar Kirmanto.

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo mengatakan, dengan diresmikannya Jembatan Suramadu, pembangunan wilayah di Gerbang Kertosusila diubah jadi Germa Kertosusila (Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).

Jembatan Suramadu ini diharapkan bisa menampung tingkat overload pembangunan, serta distribusi barang dan jasa, yang selama ini terjadi kendala dalam pembangunan di wilayah Gerbang Kertosusila. Pembangunan bisa disalurkan ke daerah lain terutama Madura.

Dikatakannya, acara peresmian ini dihadiri seluruh unsur masyarakat, tidak hanya dari Jawa Timur tapi juga seluruh Indonesia. Termasuk, 14 gubernur. Peresmian jembatan ini adalah peristiwa bersejarah, bukan hanya untuk Jawa Timur tapi seluruh Indonesia. “Peristiwa besar dan bersejarah ini sudah ditunggu masyarakat, karena itu kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Indonesia melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas peresmian jembatan ini,” kata Soekarwo.

Jembatan ini akan menjadi jembatan ekonomi dan budaya bagi masyarakat Madura dan luar Madura. Jembatan ini diharapkan berpengaruh bagi banyak daerah khususnya Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.

sby melihat maket didampingi ibuJembatan ini dirancang cukup kuat dan sanggup bertahan sekitar 100 tahun. Jembatan sepanjang 5,4 km ini dikerjakan 3.500 orang dari Indonesia dan Cina. Mulai dibangun pada pertengahan 2002 dan Cable Stayed Bridge menghabiskan 11. 688 ton baja, 10.813 ton besi, 5.200 ton cable dan 78.616 ton beton.

Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia bahkan di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia saat ini memiliki 17 ribu jembatan panjang dan pendek. Acara peresmian ini turut dihadiri antara Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menseskab Sudi Silaahi, tokoh masyarakat Jawa Timur. 

Peresmian Jembatan Suramadu, Rabu (10/6) yang dipusatkan di Kabupaten Bangkalan, Madura dijadikan forum khusus bagi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk menyampaikan pesannya tentang pengembangan wilayah Madura pasca keberadaan jembatan tersebut.

Dalam pidatonya SBY mengatakan, tiga pesan khusus tersebut di antaranya kami sampaikan kepada Menteri Pekerjaan Umum untuk menyelesaikan pasca pembangunan Suramadu dengan berbagai kawasan di sekitar Surabaya dan Madura,  terhadap PT Jasa Marga selaku operator tol untuk mamberikan pelayanan jalan tol yang murah, mudah dan baik pada pengguna jalan tol Surabaya Madura, serta kepada Gubernur Jatim SBY juga berpesan dengan pembangunan Jembatan Suramadu ini bisa meningkatkan pembangunan di Jatim.

Terhadap Gubernur Jatim, SBY meminta secara khusus supaya menyelesaikan berbagai persoalan terkait kapal feri yang mengangkut penumpang dari Ujung-Kamal. Persoalan ini jadi suatu hal yang hingga kini masih diperdebatan terutama Gapasdap dari Gabungan Pengusaha Kapal Feri.

Acara peresmian yang dilakukan di kaki jembatan sisi Pulau Madura, tepatnya di Desa Sukolilo Barat, Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, juga sebagai penanda peristiwa bersejarah bagi  PT Pos Indonesia. Karena pada kesempatan tersebut juga diterbitkan perangko dan sampul hari pertama bergambar Jembatan Suramadu. Presiden pada kesempatan itu mendantangi perangko seri pertama, usai menekan tombol peresmian jembatan.

Lebih lanjut dalam sambutannya, SBY mengatakan pembangunan Jembatan Suramadu dan proses rangkaian rekontruksi penuh dengan dinamika. “Satu hal yang patut kita catat adalah tekad anak bangsa untuk membangun jembatan yang besar ini sungguh luar biasa. Meskipun kita didera krisis demi krisis, semangat kita tak pernah pudar dan akhirnya dengan ridha Allah SWT dan kerja keras semua pihak disertai dukungan rakyat, karya besar ini dapat dipersembahkan kepada Ibu Pertiwi,” kata SBY di depan ribuan undangan yang hadir.

Presiden berharap dengan selesainya jembatan ini harus ditindaklanjuti mempercepat wilayah sekitarnya, sebagai jembatan yang menghubungkan antara Pulau Jawa dan Madura untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi utamanya di Pulau Madura. “Dalam kaitan ini, saya telah membentuk Badan Pengembangan Wilayah Suramadu sebagai tindak lanjut dari Peraturan Presiden No 2007 Tahun 2008. Keberadaan BPWS kita tujukan untuk mengoptimalkan pengembangan wilayah Surabaya dan sekitarnya dan Madura sebagai pusat pengembangan perekonomian Jawa Timur,” ujar SBY.

Presiden juga minta agar pengembangan wilayah ini harus terkordinasi, terarah dan terpadu. “Libatkan semua pihak, termasuk tokoh-tokoh masyarakat agar percepatan pembangunan kawasan sekitar Suramadu dapat berjalan dengan baik ,” kata SBY.

 

Tarif Tol Suramadu

Sebelumnya, Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto dalam laporannya menyebutkan, pembangunan Jembatan Suramadu menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 5 triliun, bersumber dari APBN, APBD Jatim serta pinjaman lunak pemerintah Cina. Jembatan ini juga dilengkapi jalur khusus untuk roda dua selebar 3 meter. “Apabila Jembatan Suramadu sudah selesai diuji kelayakan, baru diterapkan sistem pembayaran. Untuk kendaraan roda empat Rp 30 ribu dan roda dua Rp. 3 ribu,” ujar Kirmanto.

Gubernur Jatim Dr H Soekarwo mengatakan, dengan diresmikannya Jembatan Suramadu, pembangunan wilayah di Gerbang Kertosusila diubah jadi Germa Kertosusila (Gresik, Madura, Mojokerto, Surabaya, Sidoarjo, dan Lamongan).

Jembatan Suramadu ini diharapkan bisa menampung tingkat overload pembangunan, serta distribusi barang dan jasa, yang selama ini terjadi kendala dalam pembangunan di wilayah Gerbang Kertosusila. Pembangunan bisa disalurkan ke daerah lain terutama Madura.

Dikatakannya, acara peresmian ini dihadiri seluruh unsur masyarakat, tidak hanya dari Jawa Timur tapi juga seluruh Indonesia. Termasuk, 14 gubernur. Peresmian jembatan ini adalah peristiwa bersejarah, bukan hanya untuk Jawa Timur tapi seluruh Indonesia. “Peristiwa besar dan bersejarah ini sudah ditunggu masyarakat, karena itu kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada pemerintah Indonesia melalui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono atas peresmian jembatan ini,” kata Soekarwo.

Jembatan ini akan menjadi jembatan ekonomi dan budaya bagi masyarakat Madura dan luar Madura. Jembatan ini diharapkan berpengaruh bagi banyak daerah khususnya Sumenep, Pamekasan, Bangkalan, Surabaya, Gresik, Sidoarjo, dan Mojokerto.

Jembatan ini dirancang cukup kuat dan sanggup bertahan sekitar 100 tahun. Jembatan sepanjang 5,4 km ini dikerjakan 3.500 orang dari Indonesia dan Cina. Mulai dibangun pada pertengahan 2002 dan Cable Stayed Bridge menghabiskan 11. 688 ton baja, 10.813 ton besi, 5.200 ton cable dan 78.616 ton beton.

Jembatan Suramadu merupakan jembatan terpanjang di Indonesia bahkan di kawasan Asia Tenggara. Di Indonesia saat ini memiliki 17 ribu jembatan panjang dan pendek. Acara peresmian ini turut dihadiri antara Menko Polhukam Widodo AS, Menko Perekonomian Sri Mulyani, Menseskab Sudi Silaahi, tokoh masyarakat Jawa Timur.

About these ads